Air suci tertetes dari lubuk hati kami. Keluar dari mata pun tak mampu
dan malu. Mata kami menyaksikan hewan berakal menelurkan bibit-bibit kenaifan-kemunafikan.
Mata kami meyaksikan seorang berbaju biru dikata symbol almamater yang
merenggut kekebasan sesamanya dengan bentakan. Mata kami menyaksikan gelembung
angin retorika yang meminta tumbal tiap tahunnya. Mata kami menyaksikan hewan
berwajah manusia sedang beralibi dan bersembunyi dibalik tembok berumur empat
tahun dan pabila tiba waktunya ia dapat mencengkram apa yang disebut “Kekuasaan/Kesenioran” di tembok tersebut.
Mata kami menyaksiakan para hewan itu tertawa ria bahkan teramat bangga setelah
menelurakan kenaifan-kemunafikan dengan penuh rasa balas dendam dibalik
tembok-tembok sekat kamar, warung kopi dan di daratan lepas pada jagat ini.
Selasa, 02 September 2014
Selasa, 26 Agustus 2014
SUL
SAKA
Hari ini aku melihat warna saka
merah-putih berganti wajah. Di depan-depan perkantoran, perhotelan, taman dan perumahan.
Bukanlah murni merah putih lagi yang berkibar. Warna kuning, hijau, biru pun
menemani warna bendera negara kita dalam satu jaitan, satu deret kain, satu
tiang. Ada saja yang mengubah desainnya. Dari warna asli yang polos menjadi lebih
unik (kata orang sekarang). Di dalamnya berhias logo suatu instatansi lembaga
keuangan, perkreditan bengkel motor, dll. Atau menambah tulisan Indonesia pada
warna putihnya. Dan lambing garuda pada warna merahnya. Tak jarang juga
menambahkan unsur semiotika sebagai ciri khas instansi tersebut.
YANG TAK MAMPU AKU PAKSAKAN
Mungkin cintaku
tak bakalan sampai pada ruang hati. Kasih yang bersembunyi dibalik dirimu tak
bakalan merasakan ksejukan cahaya kasih yang semestinya. Matamu telah ditutupi
rasa takut dalam prasaanmu. Telingamu telah bingung menggali cerita
kebijaksanaan seorang lelaki di atas mimbar kehidupan. Tanganmu telah kaku
untuk menyentuh kulit sang keturunan Adam. Sedang kakimu teramat sombong
memilih jalan yang menyakiti hati seseorang yang lain.
Aku bukanlah manusia yang pandai mengolah
kata didepanmu. Aku tak punya kepiawaian mengungkapakan rasa seperti lelaki
umumnya. Otakku pun tersimpuh sujud saat memikirkan engkau. Sedang aku punya
bibir tapi tak berani berceloteh tentang burung-burung camar yang setia
menunggui pasangannya dalam badai salju demi kelahiran anak-anaknya di pantai
samudra Atlantis. Aku punya tangan tapi tak pernah mampu memegangmu dan
mengaliri kebahagiaan abadi dalam dirimu. Aku punya kaki, kaki yang pincang
untuk bertingkah seperti apa yang pesankan cinta padaku. Aku punya kesempurnaan
sebagai manusia tapi kesempurnaan itu telah menjadi kekurangan didepanmu.
RIYOYO PAMER
Rasanya lebaran tinggal di ujung rambut.
2 hari lagi kita semua merayakan lebaran idul fitri. Semuanya akan saling
bermaafan menguras setiap dosa yang tertanam dalam hati beberapa bulan lalu.
Lebaran atau riyoyo menjadi harapan
seriap orang Islam. Ndak peduli islamnya KTP, bil lisan, bil qalbi atau
bil mbentoni, bil ndableki. Secara
filosofis “rioyo” berasal dari kata dasar bahasa arab “riya.” Bagi Karmin, riya’ artinya pamer. Jadi sebenarnya rioyo yang selama ini banyak
di tunggu orang islam adalah suatu masa dimana kita semua dapat melakukan
aktivitas pamer yang dilkukan sekali dalam setahun. Maka, jangan heran jika ada
yang lagi pamer baju baru, jajanan, property rumah, cat rumah segala macamnya,
jenisnya serta variatif harganya.
“Tapi bagaimana artinya jika riyoyo itu
disambung dengan idul fitri alias
rioyo idul fitri. Apakah artinya menjadi pamer kesucian…” bayang Karmin sambil
tertawa kecil.
INGATAN NYLENEHNYA KARMIN
Saat Karmin
menyusuri jalan menuju ke Rembang dengan perlintasan stadion Bojonegoro lurus
ke utara. Ia melewati kecamatan Parengan, Singgahan, Bangilan, Jatirogo, dan
Bulu. Bayangannya kabur terbang melayang dari langit fantasi/langit imajinasi
menuju langit realitas. Atau dari langit realitas menuju langit fantasi. Ada
beberapa tempat yang membuat Karmin seperti membuang otak sadarnya untuk
sementara waktu dan menikmati lamunan sunyinya.
RIOYO TAHUN IKI NDAK KOYOK RIOYO TAUN WINGI
Pada hari
lebaran ke dua Karmin diajak berkunjung ke rumah mertuanya tetangganya. Di
daerah Lasem-Semarang. Tempatnya di desa Manggar. Sudah sehari dia di sana.
Mengunjungi rumah saudara tetangganya terkadang membuatnya resah. “Kenapa ndak
pulang-pulang ya ! Padahal aku masih ada janji akan datang dengan keluargaku
yang di daerah Pakuwon. Lebaran ke empat besok ini.” Keluh Karmin ketika kepetangan
menyapa bulan.
Disamping dia berkunjung ke kerabat
tetangganya. Tak lupa dia memperhatikan dataran tinggi Lasem yang berada di
selatan desa Maggar yang konon berasal sebuah bekas kapal perang yang terbalik.
Sebuah kapal dari pasukan kerajaan Mongol yang datang ke tanah Jawa untuk
melakukan peperangan. Mungkin ada benarnya, sebab peninggalan Jangkar kapal yang
masih dapat disaksikan di daerah Lasem Barat. Tidak menunjukan jangkar kapal
pencari ikan, atau wisatawan penjelajah lautan lepas.
Senin, 18 Agustus 2014
SASTRA DARI FACEBOOK PERTAMA
Seorg Iblis berkata padaq, “Nikahilah ia dgn
stia. Cintailah ia dgn kelembutan kasih.miliki ia dlm keabadian.jk engkau lalai
mk ia akn q ambil dri mu untk slamax.”
Langit bersemayam diantara impian cinta. Bulu2
pada sayap burung Merpati merayapi sang cinta saat petangx langit menjelma
menjadi perasaan kasih
Bibirq dan lakuku bak sebuah patung Budha. Yg
diam malu bicara. Hanya tulisanlah yg mampu membangunkan geloraq setiap harix.
Begitulah…
Dia bicara atas nama kesetiaan cinta. Tp cintalah
yg sebenarx tak BERBICARA TENTANG KEsetiaAN CINTA. Dia datang lalu pergi
sesukax..dan kesetiaan adalah raja dri setiap rasa bhagia brsamax
Kabut kesunyian jatuh di atas hati. Penderitaan
adalah belas kasihan yg dapat menimbulkan kemalasan. Sedang keaktifan adalah
nurani yg sudah cemar. Dan penguasa keduanya adalah kearifan dari manusia yg
tertidur di dalam manusianya
Surya merah merekah menatapi setiap kesunyian
jiwa. Cahaya yg menembus kulit2 cinta sem0ga membangunkan sang kasih dari
tempat abadinya
Keabadian malam akan menjadi pelita penghibur
kesetiaan cinta
Kekhilafan dan kebencian adalah saudara ketulusan
cinta yg abadi
PESAN CINTA
Iblis
pernah menitipkan pesanmu padaku... "suatu hari nanti engkau akan mengerti
betapa sakitnya dan kejamnya cinta. dan disaat itulah aku (iblis) akan
mendekatimu memelukmu dengan sebuah kenyamanan yang amat sangat dalam hingga
engkau tak tahu kalau aku seorang iblis. setelah engkau nyaman dan senang
dengan apa yang aku berikan maka engkau akan sulit kembali pada dunia asalmu.
disanalah pintu gerbang neraka dan surga berada. tapi kebanyakan orang tersesat
ke jalan yang sangat mulus tanpa halang rintangan. berhiaskan uang, emas dan
kekayaan tapi itulah jalan menuju nerakaku," pesannya padaku.
Langganan:
Postingan (Atom)