Saat malam menepuk kepala setiap
manusia dengan lamunan, fantasi-fantasi, atau khayalan. Kembali bergoyang
perjuangan yang menunjukan keakuan didepan bola mata. Ada yang sedang sibuk
megledahi kertas kosongnya dengan tinta suruhan pengajarnya, ada yang kumpul-kumpul
meneguk air hitam manis pahit semalam suntuk, ada yang memutar isi otak nya
demi uang hingga ia mengumpulkan puluan mahasiswa atas dasar bisnis, ada yang
menikmati gelora nafsu kesenangannya dengan meneteskan sedikit demi sedikit
perasaannya pada lawan jenisnya selama berjam-jam, ada yang suka menunggu
datangnya fajar shodiq bersama
lembaran penuh pengetahuan yang mereka perolah dari gudangnya ilmu, dan ada
yang tak melakukan apa-apa kecuali tidur belaka.
Semua punya kesibukan
masing-masing. Jangan salah sangka, mahasiswa itu memang menafik kadang kala. Dan
mungkin sang penulis sendiri termasuk didalamnya. Sebab komentar dan memburu
kepuasan sendiri adalah keahliannya.