Senin, 19 Mei 2014

TUGAS PARA HEWAN

 Komuniksai Manusia dan Hewan Serta Hak Penguasaan
       Berjuta mahluk berupa hewan diciptakan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia di alam jagat raya ini. Tak tekecuali di planet Orions, Mars, Jupiter, Biru Bui dll.   
       Ada Buaya, ada Harimau, ada Jerapah, ada Anjing, ada pula Kera. Mereka merupakan mahluk yang memiliki keunikan khas pribadi dalam melakukan perjalanan, berkomunikasi, berfikir lalu berkarakter. Satu diantara mereka saling melengkapi dalam hidup ini. Bersifat seimbang melengkapi makna kehidupan para hewan dan manusia. Sejauh ini secara bayang-bayang hewan tercipta untuk membentuk siklus kehidupan antar hewan dan antar manusia (sebagai pengekor/abdi).
       Hewan hidup di alam kehewananya sendiri dengan komunikasinya sendiri.


       Seperti anak Beruang yang jalan-jalan di area hutan sejauh 1 Km dari kediaman ibunya. Tetapi suatu ketika anak Beruang itu mendengar auman ibunya, ia bergegas mendekat. Ibu Ayam yang baru saja kehilangan anknya diatara rerumbunan bamboo pekarangan rumah. Dengan coraknya, terlihat gugup dan bingung ibu ayam berteriak begitu keras tak henti-hentinya sampai beberapa menit. Ada juga seekor anjing, setelah diberikan sepotong daging lalu dihadapan anjing itu pemiliknya memperlihatkan setulang belulang putih. Dan dilempar tulang itu. Apa yang terjadi? Ternyata anjing itu mengejar tulang belulang yang tadinya dilempar pemilik anjing tersebut. Dan si anjing membawakan tulang itu ke depan pemiliknya.
       Jadi, secara tidak langsung dalam cerita diatas kita dapat memitik hasilnya, yaitu pola komunikasi. Baik pola komunikasi sesame hewan dan hewan dengan manusia dapat kita temukan. Dapat diartikan kalau anak beruang yang datang pada ibunya itu karena dipanggil untuk mendekat karena sang ibu takut anaknya kenapa-napa dan ia takut pastinya. Lalu ibu Ayam yang mencari keberadaan anaknya yang selama itu tak terlihat. Dan Anjing yang patuh mungkin juga tunduk dengan komunikasi antara hewan dan manusia.
       Mungkin tak dapat menjelaskan secara rinci dalam artikel ini. Untuk itu anda bisa mepraktikan informasi ini secara langsung dirumah masing-masing. Amati dan renungkanlah setiap komunikasi yang dilakukan oleh para hewan disekitar anda.
       Manusia memang memiliki wewenang penuh di dunia ini untuk memanfaatkan atau mengfungsikan beberapa hewan yang ada. Dari jaman dulu kejadian ini dibenarkan. Seperti cerita paham agama Islam dan Kristen yang mengakui nabi Sulaiman saat itu memiliki kekuasaan untuk mengatur dan mengendalikan setiap mahluk nyata dan non riil (halus tak tampak bersifat methaphisic). Cerita agama budha, yang terlihat dalam filem Kera sakti. Cerita jawa Ciung Wanara atau kisah prabu Angling Dharma yang mampu berbicara dengan ular naga, cicak, kidang dll.
       Kalau anda ingin lebih tertarik dengan isi artikel ini mungkin bacalah dibab selanjutnya. Dan kami sarankan membacanya sampai selesai agar dapat menyimpulkan dan tidak salah persepsi nantinya.

Watakku Wahai Manusia
      Akulah Harimau, sang penguasa diatas sianggasana syurgaku sendiri. Aturan dan kebijakan itu hakku secara penuh. Walau aku sadar undang-undang kepemimpinan para hewan itu ada, tapi aku tak perduli. Kesejahteraan, lalu hidupku dan rakyatku dari dulu telah diatur oleh nenek moyang keluargaku. Bagiku sudah adil. Seadil-adilnya hingga tak ada orang yang berani berbicara padaku. Aturanku tak tertulis dalam kertas tapi tertulis diotak rakyatku semua.
       Akulah Harimau, takutlah dan patuh padaku. Aku dan Tuhan memiliki kuasa di dunia ini. Oho, sindir kebiasaan Harimau pada Tuhan, “tapi lebih berkuasa saya dong, wong aturannya Tuhan mudah dilanggar kok,” kata harimau sambil manggut-manggut melihat kemakmuran rakyatnya. Akulah Tuhan kalian disini, kalian ada ditangan kekuasaanku. Jika kalian ingin langgeng hidup di tanah kekuasaanku maka patuhilah aku. Jangan menjual omong, jangan pula jadi pahlawan kesiangan untuk mengadakan pemberontakan gerilya dengan alasan menggulingkan jabatanku. “Jika berani silahkan, tapi anak buahku akan siap menyapamu kapanpun,” jawab Harimau.
       Akulah Harimau, yang hidup diantara pohon rimba, alas lebat, yang dinina bobokan makanan, minuman, fasilitas dan tunjangan. Oho, walau hutan berbatu dan berlumpur tapi aku nyaman, karena disini ada sejenis kursi sofa empuk yang lebarnya selebar hutanku, yang kuatnya sekuat kekuasaanku, yang seramnya seseram aturanku.
       Akulah Harimau, berumur tua hingga pengalamanku tak terhitung banyknya.
       Akulah Harimau, jagoaan diantara mahluk bawahan. Pandai lagi cerdik dalam berlaku. Oho, walau sedikit munafik tapi aku selalu serius dalam berkata, “hussst, dalam hal melanggengkan dan menyamankan posisiku.hahaha
      Akulah Anjing, hewan berkaki empat berwarna hitam pekat baiknya. Berekor sejengkal lumrahnya. Berbadan ramping dan bebas pindah-pindah majikan.
       Akulah Anjing, si hewan paling taat lagi paling bermanfaat dan berguna keberadaanku untuk manusia. Menjilat-jilatkan liidah ke majikan, menarik-narik celana, menggulati kaki, lalu berteriak-teriak kebiasaanku. Tak jarang suaraku menumbuhkan belas kasihan majikanku. Bagiku hidupku hanya berisi pengabdian murni karena itulah tugasku diciptakan di dunia.
       Akulah Anjing, hewan yang suka memunafikan keadaan. Apa yang baik jadi buruk, apa yang buruk jadi baik. Tak lupa aku juga seorang pembohong meski hanya sekelas ikan Teri. Begitulah sifatku pada majikanku.
       Akulah Anjing, hewan yang buta akan kenyamanan, makan dan minum cukupnya. Meski nantinya aku diatur-atur itu bukan jadi urusan.
       Akulah Anjing, yang berkedok baju lalu membela antar sesama anjing. Bagiku penderitaan, kebahagiaan, susah atau pun senang perlu aku rasakan dan aku bagikan ke setiap saudaraku di hutan ini.
      Akulah Buaya, akulah pembohong ulung melebihi bohongnya anjing dan jerapah. Tugasku hanya mencari untung diriku sendiri di dunia ini. Tak perduli nasi hewan yang lain di tanah ini. Aku hidup untuk menang bukan untuk kalah. “Husst, meski jadi babu kanan kiri manusia dan hewan yang penting lancer apa karepku !
       Akulah Buaya, hewan yang pandai bersembunyi, timbul tenggelam dalam air dan darat. Panjang dan besar serta ganas taringku. Sekali saja anda membuat masalah aku kunyah dagingmu hingga lembut bagai serbuk kopi bubuk.
       Akulah Buaya, hewan yang pandai beralih wajah. Kadang garang kadang unyu-unyu kadang melas kadang biasa saja. Pindah rumah pergaweanku. Mati hidupku diantara rumah baru yang aku temui beberapa hari kedepan.
       Akulah Buaya, hewan paling sadis dalam menyamar. Banyak informasi dimiliki tapi disimpan sendiri untuk menghakimi hewan lain.
       Akulah Buaya, hewan yang suka makan uang dan kepercayaan manusia. Berfoya bagi pribadiku sendiri hobiku. Menghina menghujat kadang juga hal lumrah jika aku dipojokan oleh manusia-manusia biadab.
       Akulah Buaya, hewan purbakala langka besar keras tubuhnya, kebal pada kemaluan dan senjata tajam. Silir bergantinya waktu semakin menbuktikan keberadaanku di hutan rimba raya ini.
      Akulah Jerapah, sang jenius diatas segala hewan. Wawasanku tinggi, bicaraku ramah penuh dasar. Bukan karena warna baju aku sungkani harimau dan anjing serta buaya, tapi karena Badanku yang amat besar dan setara dengan isi kepalaku. Lariku lumayan cepat meski tak secepat larinya buaya yang tengah kelaparan.
       Akulah Jerapah, yang selalu bersyukur karena leherku panjang lagi tinggi. Setinggi pepohonan paling tinggi di hutanku. Sukaku, riangku, keberuntunganku gara-gara leherku semata. Aku mudah mengetahui siapa saja yang mendekatiku, baik kawan atau lawanku di belantara hutan ini. Kebohongan dan berbohong kadang sering aku lakukan tapi aku tak murni bertingkah bagai buaya dan anjing. Bagiku, aku mempunyai pendirian dan kebahagiaanku sendiri diatas urusan pengabdiaanku sebagai hewan sosial.
       Akulah Jerapah, mencari aman tugasku. Membentak demi profesi kesukaanku. Lalu terkadang sedikit berlagak kepada mahluk-mahluk kecil dihutan ini. Karena kelebihanku.
      
      Akulah Kera, si brutal dari seluruh hewan di hutan rimba. Otakku cerdas secerdas manusia. Tapi karena hanya beda alam dan sejarah saja manusia lebih terkenal. Aku dapat memimpin golongaku menuju kewibawaan hidup. Bagai cerita kera loki, kera sakti dank era tumpei. Itulah kemampuanku, berda’wah lalu member banyak pencerahan.
       Akulah Kera, yang selalu serakah lagi sombong di dunia ini. Makanya jangan sekali-kali pamer kekuasaan dihadapanku kalau tak ingin aku ambil kekuasaanmu. Karena aku benci dengan orang yang menyobongkan diri.
       Akulah Kera, hewan yang tak mau patuh pada siapa pun, meski itu juga manusia. Apabila aku tak suka ku makan isi kepalamu, atau untuk sekedar aku cuci, ku kucek, ku peras lalu kujemur otakmu itu. Karena aku lah rajanya pemilik kpandaian di sini. Anjing, buana, harimau atau jerapah tak pernah menyamai kedudukanku meski aku tak punya kekuasaan lebih seprti mereka.
       Akulah Kera, hewan yang mengagungkan kebenaran, kejujuran, demokrasi dan indepandensi. Peka dan perasaan serta logika senjataku. Retorika hanya pelengkap, berparas juga tak jadi prioritas.
       Akulah Kera, hewan yang selalu menikmati kebijaksanaan sang Hyang Widi. Belajar nerimo pribadiku.
       Akulah Kera, hewan yang selalu berfikir dari berbagai sudut pandang atas setiap masalah di alam jagat rimba raya ini. Berpola diam-diam menghanyutkan glagatku.

Jawab Manusia
       Akulah manusia, pemilik segala sifat para hewan.
       Akulah manusia, penguasa sejagat raya yang pandai memperbudak para hewan.
       Akulah manusia, mahluk lahir untuk kepentingan pribadiku. Hingga aku tak perduli nasib sesame.
       Akulah manusia, semacam hewan yang mampu berfikir. Haus uang, kekuasaan, harta, jabatan, kehormatan, wanita, gagasan, keberanian, kebohongan dan kejujuran.
       Akulah manusia raja dari segala raja para hewan. Hingga para hewan tunduk patuh padaku karena kaulaku banyak sekali. Dan kaulaku tak jaran aku beri laras panjang masing-masing yang setiap saat dapat dipakai menepis dan membungkam mulut para hewan liar di hutan sana.
       Akulah manusia, mahluk yang kadang kala punya belas kasihan. Tapi karena maksud dan harapan serta kepentingan.

2 komentar:

silahakan tambahakan komentar anda